Sabtu, 22 Januari 2011

BIARKAN CINTA MEMILIH SENDIRI DEFINISINYA



Cinta telah menjadi topik yang sangat akrab untuk kehidupan kemanusiaan kita, terutama masa-masa muda kita. Bahkan hampir semua episode hidup kita, pada setiap aktifitasnya, selalu ada bahasan tentang cinta. Namun yang menyedihkan di sini adalah pemaknaan cinta sebagian besar kita adalah sebuah pemaknaan yang salah. Sekarang cinta sering sekali diejawantahkan lewat perilaku jahiliah yang berlumpur dosa. Cinta dipaksakan memakai definisi yang belepotan hawa nafsu, yang membuatnya melenceng jauh dari makna sejatinya. Cinta dipaksakan menjadi alasan pembenaran terhadap banyak sekali kemaksiatan.

Cinta kemudian ditampilkan dalam aktifitas-aktifitas penuh dosa, semacam pacaran, perayaan valentine, pergaulan bebas, bahkan bunuh diri karena cinta, dan pembunuhan serta kekerasan dengan alasan percintaan. Cinta kemudian diungkapkan lewat kata-kata yang seolah manis dan romantis tetapi sesungguhnya menyebarkan bau busuk kesyirikan dan kebodohan. Begitu mudahnya mengatakan “kamu adalah segalanya bagiku”, “demi cintaku kepadamu tidak ada lagi yang kutakuti”, “aku akan senantiasa memujamu”, “if loving you is wrong, I don’t wanna be right”, dan beribu macam kata-kata gombal lainnya, yang pada akhirnya mengarah pada mempertuhankan cinta.

Keadaan di atas pada dasarnya tumbuh karena pemahaman kita yang salah mengenai makna cinta. Karena itu, adalah suatu hal yang penting bagi kita untuk menata ulang pemahaman akan makna cinta yang sesungguhnya. Biarkanlah para pujangga, penyair, dan sastrawan berebut membahasakan cinta, mencari arti, memberi definisi, dan menggali maknanya, tapi cinta sejati akan senantiasa memilih sendiri definisinya, sesuai dengan kemauan Penciptanya, Sang Maha Cinta. Selalu dan selalu.

Cinta pada hakikatnya, harus senantiasa berjalan pada koridor yang sesuai dengan syariat Islam. Dan cinta pun pada akhirnya harus senantiasa tertuju pada Sang Pencipta Cinta, Allah SWT. Karena cinta yang sejati dan abadi hanyalah cinta kepada dan karena Sang Khalik. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayim Al Jauziyah bahwasanya cinta akan lenyap dengan lenyapnya sebab. Kaidah ini mengajarkan bahwa sebab adalah nyawa bagi cinta. Jadi, cinta yang abadi memerlukan sebab yang abadi pula. Dan tidak ada satu pun yang abadi selain Allah SWT.

Karena itu, setiap kita menyebut cinta, di situ pula Allah selalu ikut serta di dalamnya. Kepada siapapun atau kepada apapun cinta kita, selalu harus berujung dalam naungan cinta kepada Allah. Kaidah-kaidah yang telah Allah ciptakan selalu senantiasa menjadi panduan dan koridor bagi jalannya cinta. Alasan kita mencintai pun harus karena Allah. Wajib dan tanpa kompromi! Maka bukanlah disebut cinta jika Allah tidak ikut serta di dalam semangat cintanya, apalagi jika aktifitas mencintai itu bertentangan dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan Allah lewat kitab dan rasul-Nya.

Anis Matta dalam bukunya Serial Cinta mengatakan: Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah yang paling hakiki. Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.

Yah, cinta kita kepada ayah, ibu, saudara, teman, fakir miskin, anak yatim, orang teraniaya, hanyalah upaya pembuktian untuk menunjukkan cinta hakiki kita kepada Allah. Karena Allah memerintahkan kita mencintai mereka. Dan pembuktian cinta kepada Allah adalah ketaatan kepada syariat-syariat-Nya. Di sinilah esensinya.

Maka sudah sepatutnyalah kita mengoreksi diri kita sendiri, sudah sejalankah pemaknaan cinta kita selama ini dengan hakikat cinta sesungguhnya, sesuaikah dengan ajaran Islam sebagai tatanan yang ditetapkan Allah. Ataukah ternyata apa yang selama ini kita sebut cinta ternyata paradoks dengan sejatinya makna cinta, bertentangan dengan kehendak Allah. Berhati-hatilah dengan cintamu! Karena Rasulullah telah bersabda bahwa seseorang akan bersama dengan yang dicintainya di akhirat nanti. Tentu kita ingin bersama dengan Allah dan Rasul-Nya di Jannah nanti kan? Maka cintailah Allah dan Rasul-Nya melebihi cinta kita kepada siapapun dan apapun. Tidak ada lagi alasan untuk mencari cinta yang lain, kecuali jika ingin merasakan oven raksasa bernama neraka.

Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya!" Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (Q.S At taubah :24).

Sekarang adalah saatnya untuk berubah. Jangan lagi kita membiarkan cinta-cinta imitasi mengakrabi kehidupan kita. Jangan sampai di penghujung kesadaran kita, saat kita menyadari betapa kita telah jauh melenceng dalam memaknai cinta, dan betapa buruk akibat yang kita alami karenanya, kita bergumam menyesali diri, layaknya Pat Kai dalam serial Kera Sakti: ”Sejak dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir” Na’udzubillah min dzalik.

Maka marilah sekarang kita sambut kedatangan cinta hakiki itu, cinta kepada dan karena Allah. Lalu biarkanlah ia menyelimutimu mesra dengan pelukan hangat kesejatian cinta. Kemudian biarkanlah ia meresap masuk mengakar dalam tiap jengkal jiwa kita, melahirkan kekokohan batang kepribadian, menumbuhkan kelopak-kelopak harapan, dan meniupkan kuncupnya hingga mekar menjadi bunga.

Maka biarkanlah cinta itu mewujud mengejawantah dalam bibir yang basah dengan dzikir, dengan lutut yang gemetar berdiri dalam keheningan malam, dalam tetes peluh dan darah memperjuangkan agama-Nya, dalam tangis kerinduan pada sujud-sujud panjang tak berpenghabisan, pada senyum tulus anak-anak yatim ketika kita mengecup dan membelai rambutnya.

Dan biarlah cinta itu kini terbang memanjat langit ketinggian, meninggalkan nafsu binatang tenggelam dalam lumpur kehinaan. Lalu biarlah Allah saja yang menyesaki setiap inchi ruangan cinta di hati kita, meninggalkan cinta-cinta palsu terbungkus rapat di tempat sampah penuh karat.

SEBUAH SURAT UNTUK DOKTER DAN MAHASISWA KEDOKTERAN




Rekan sejawat yang terhormat,

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk bisa kaya raya, maka segeralah kemasi barang-barang Anda.
Mungkin fakultas ekonomi lebih tepat untuk mendidik anda menjadi businessman bergelimang rupiah
Daripada Anda harus mengorbankan pasien dan keluarga Anda sendiri demi mengejar kekayaan.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk mendapatkan kedudukan sosial tinggi di masyarakat, dipuja dan didewakan, maka silahkan kembali ke Mesir ribuan tahun yang lalu dan jadilah fir’aun di sana. Daripada Anda di sini harus menjadi arogan dan merendahkan orang lain di sekitar Anda hanya agar Anda terkesan paling berharga.

Jika Anda ingin menjadi dokter untuk memudahkan mencari jodoh atau menarik perhatian calon mertua, mungkin lebih baik Anda mencari agency selebritis yang akan mengorbitkan Anda sehingga menjadi artis pujaan para wanita. Daripada Anda bersembunyi di balik topeng klimis dan jas putih necis, sementara Anda alpa dari makna dokter yang sesungguhnya.

Dokter tidak diciptakan untuk itu, kawan.

Memilih menjadi dokter bukan sekadar agar bisa bergaya dengan BMW keluaran terbaru, bukan sekadar bisa terihat tampan dengan jas putih kebanggaan, bukan sekadar agar para tetangga terbungkuk-bungkuk hormat melihat kita lewat.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengabdian. Mengabdi pada masyarakat yang masih akrab dengan busung lapar dan gizi buruk. Mengabdi pada masyarakat yang masih sering mengunjungi dukun ketika anaknya demam tinggi.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan empati, ketika dengan lembut kita merangkul dan menguatkan seorang bapak tua yang baru saja kehilangan anaknya karena malaria.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kemanusiaan, ketika kita tergerak mengabdikan diri dalam tim medis penanggulangan bencana dengan bayaran cuma-cuma.

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan kepedulian, saat kita terpaku dalam sujud-sujud panjang, mendoakan kesembuhan dan kebahagiaan pasien-pasien kita.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan berbagi, ketika seorang tukang becak menangis di depan kita karena tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit anaknya yang terkena demam berdarah. Lalu dengan senyum terindah yang pernah disaksikan dunia, kita menepuk bahunya dan berkata, “jangan menangis lagi, pak, Insya Allah saya bantu pembayarannya.”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan kasih sayang, ketika dengan sepenuh cinta kita mengusap lembut rambut seorang anak dengan leukemia dan berbisik lembut di telinganya,”dik, mau diceritain dongeng nggak sama oom dokter?”

Memilih jalan menjadi dokter adalah memilih jalan ketegasan, ketika sebuah perusahaan farmasi menjanjikan komisi besar untuk target penjualan obat-obatnya, lalu dengan tetap tersenyum kita mantap berkata, “maaf, saya tidak mungkin mengkhianati pasien dan hati nurani saya”

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan pengorbanan, saat tengah malam tetangga dari kampung sebelah dengan panik mengetuk pintu rumah kita karena anaknya demam dan kejang-kejang. Lalu dengan ikhlas kita beranjak meninggalkan hangatnya peraduan menembus pekat dan dinginnya malam.

Memilih menjadi dokter adalah memilih jalan terjal lagi mendaki untuk meraih cita-cita kita. Bukan, bukan kekayaan atau penghormatan manusia yang kita cari. Tapi ridha Allah lah yang senantiasa kita perjuangkan.

Yah, memilih menjadi dokter adalah memilih jalan menuju surga, tempat di mana dokter sudah tidak lagi perlu ada…

Diambil dari  http://adityasaja.blogspot.com

Senin, 17 Januari 2011

Dota 6.68 ai rev 2

Ni ada map ai baru ni buat temen2 skalian.


Download ya!

http://map ai baru








Dota 6.68c AI Rev2 Changelogs:

1. Techies Remote mines fixed (they explode when killed).
2. Battle Hunger cleared after rebirth.
3. The crashes from Flak Cannon are hopefully gone.
4. Some memory leaks removed (more to come).
5. Transform Courier fixed.
6. Courier's Spell immunity showing icon fix.
7. Aegis acquire message not shown fix.
8. Recoded some HeroState saves to Strings.
9. Kaldr, Ancient Apparition got his ultimate cooldown fixed.
10. -(o)sven command removed. Now -sv command can be used to look at both teams AI`s skill`s. For example: -osv 6 or -osv 2
11. -ld (lowdodge) mode tweaked.